Diduga PT. Damas Raya Membuang Air Limbah ke Kebun Masyarakat dan Mengalir ke Sungai

Spread the love
Share

Global Hukum Indonesia, Batanghari – telah pernah di beritakan beberapa hari yang lalu tentang adanya dugaan pencemaran limbah yang dilakukan oleh PT. Damas Raya yang berada di Desa Tanjung Putra, Kecmatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

Wartawan dan lembaga kontrol sosial serta beberapa masyarakat desa langsung turun mengcroscek kebenarannya, dan teryata benar apa yang di katakan masyarakat kalau di lokasi pembuangan limbah tersebut mencemari kebun karet, kebun sawit masyarakat yang ada di sekitar kawasan pabrik tersebut,

Masyarakat pemilik kebun sawit yang bernama Bustami saat dikonfirmasi di rumahnya masalah limbah perusahaan PT. Damas Raya mengatakan “saya sebagai pemilik kebun sungguh sangat kecewa dengan limbah yang mencemari kebun kam, soalnya kami mau membuat sumur untuk mandi saja airnya menjadi hitam akibat limbah cangkang sawit tersebut, itu sungai kecil yang mereka buat dari pihak PT dialirkan ke sawah kami juga dan air sawah tersebut juga mengalir ke sungai batanghari”, urainya.

Tambah Bustami lagi “perna sekitar 2 bulanan yang lalu mereka dari pihak PT membuang limbah dari atas sana memakai alat yang entah apa namanya saya tidak tahu, memang mereka membuang limbah itu masih di areal PT mereka, tapi airnya kan mengalir ke kebun kami juga, liat lah bekas pembuangannya, banyak anak kayu yang mati dan karet yang mati”, tutur bustami sembari menunjuk bekas pembuangan limbah PT. Damas Raya tersebut.

Dan awak media mencoba menyelusuri areal PT tersebut, dan menemukan tempat pembuangan air limbahnya, dan juga menemukan ada pipa pembuangan tersebut yang airnya mengalir ke anak sungai danglo, dan terus mengalir ke sungai batanghari.

Menurut masyarakat yang berinisial R megatakan “dugaan saya kalau waktu siang hari airnya kurang begitu hitam ,
Kemungkinan pihak PT. Damas Raya ini membuang air limbahnya pada malam hari, agar tidak terlihat oleh masyarakat setempat, dengan adanya aluran bebas tersebut bau limbah menyengat ke mana-mana”, pungkasnya.

Kepada pihak khususnya Pemda Batanghari harus melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batanghari dan pihak lainnya agar segera mengkroscek dugaan tentang adanya pencemaran dari PT. Damas Raya tersebut, jangan hanya menerima laporan di atas meja saja. ((AY(kadir))

Tinggalkan Balasan

Share
Share