Danrem 042/Gapu : Penggunaan Drone Sebagai Upaya Dalam Deteksi Dini dan Cegah Dini Untuk Mengatasi Karhutla

Spread the love
Share

GLOBAL HUKUM INDONESIA, GARUDA PUTIH JAMBI — Komandan Korem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy, M.Sc., S.S., menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Daerah Se-Provinsi Jambi bertempat di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (16/3/2019).

Rapat Koordinasi di hadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Munardo, Gubernur Jambi Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum., Pejabat Kapolda Jambi yang mewakili Kapolda Jambi,Para Dandim, Kapolres, Para Bupati se-Provinsi Jambi, Kepala BPBD Kabupaten dan Dinas/Instansi yang terkait.

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Jambi, uraian materi sebagai nara sumber oleh kepala BMKG Provinsi Jambi, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deleas, S.H., M.H., Danrem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy, M.Sc., S.S., Kepala Restorasi Gambut Nasional Bapak Fuad dilanjutkan paparan terakhir oleh Ahli Kebakaran lahan dan hutan dan ditutup dengan Sambutan Kepala BNPB serta diakhiri dengan Foto bersama.

Danrem 042/Garuda Putih Kolonel Arh Elphis Rudi menyampaikan tentang “Strategi Deteksi Dini dan Cegah Dini dengan memanfaatkan Drone dalam mengatasi Pencegahan Karhutla”.

Danrem menilai bahwa potensi bencana alam di Jambi ada tiga macam, yakni karhutla (kebakaran hutan dan lahan), banjir dan gunung merapi.

Hanya saja, sambung Danrem, potensi yang terbesar terjadi pada bencana Karhutla, “Agar pencegahan Karhutla menjadi maksimal diperlukan strategi deteksi dini dan cegah dini. Salah satunya dengan memanfaatkan drone,” tegasnya, Sabtu (16/3/2019).

Menurutnya, sosialisasi terpadu sangat efektif dan penegakan hukum akan lebih efektif. Namun “Dengan adanya Drone akan membuat jajaran Korem akan All Out dalam pencegahan dini bencana Karhutla di Provinsi Jambi,” ujar Danrem di Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Daerah se-Provinsi Jambi.

Kelemahan ini yang akan tertutupi adanya Drone, ujar Danrem, pasalnya tim patroli dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten maupun Manggala AGNI yang terbatas karena luasnya areal terjadinya Karhutla. “Kelemahan lainnya ada pada pencegahan dini, rendahnya kesadaran masyarakat dan penegakan hukum masih lemah,” sebut Danrem.

Sedangkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Munardo, saat pengarahannya mengatakan bahwa jumlah anggaran untuk memadamkan Karhutla di Provinsi Jambi selama 4 tahun terakhir sekitar Rp. 315 miliar. “Alangkah baiknya, gunakan dana yang ada tersebut untuk pencegahan-pencegahan sehingga masyarakat sadar dan tidak berani membakar lahan,” tegasnya

Salah satu cara pencegahannya, katanya, ciptakan lahan perekonomian baru, melalui hutan tanaman industri, seperti tanam kopi, pinang dan lainya yang bisa menghasilkan. “Otomatis bila berhasil masyarakat tidak akan mau lagi membakar lahan,

Semua komponen masyarakat bersatu menjaga hutan yang tersisa. “Jaga sisa hutan yang ada, untuk generasi muda kita yang akan datang. Dengan mendapatkan keuntungan dari hasil hutan industri, masyarakat tidak akan berani bakar hutan atau hutan,” tegas Doni. (penrem042gapu/red)

Tinggalkan Balasan

Share
Share